Kamis, 23 Juni 2011

Sejarah Akuntansi

Menurut sejarahnya, akuntansi muncul sejak masyarakat mengenal uang. Hal ini seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan lain, disamping perkembangan dunia usaha. Akan tetapi setelah abad ke-15 pencatatan mulai teratur. Pada tahun 1494, “Luca Pacioli” ahli matematika Italia menerbitkan buku yang pertama tentang system “pembukuan berpasangan” (double entry bookkeeping) juga salah satu bukunya yang berjudul “Summa de Arimatika Proportioni et Proportionalita”. Dalam bukunya, Luca PAcioli membuat catatan yang lebih sistematis dari sebelumnya dengan selalu menggunakan dua sisi (debet dan kredit).

Istilah debet dan kredit diambil dari bahasa latin “Debere da Credere” yang berarti percaya dan mempercayai. Jadi, setiap catatan mengandung pengertian saling percaya antara orang yang mengadakan transaksi.

Sistem pembukuan berpasangan ini berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang lebih dikenal dengan sistem kontinental. Kemudian pada abad ke-19, teori dan praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi Akuntansi (Accounting). Sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Serikat ini dikenal sebagai Sistem Anglo-Saxon.

Di Indonesia, perkembangan akuntansi mulai tampak setelah undang-undang mengenai tanam paksa dihapuskan pada tahun 1870 sehingga kaum pengusaha swasta Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Ddengan demikian kebutuhan dunia usaha terhadap akuntansi tumbuh pula dan berkembanglah sistem kontinental Belanda.

Pada saat Belanda meninggalkan Indonesia dan diganti oleh Jepang, tenaga-tenaga akuntansi mengalami kekosongan. Atas perakarsa Mr. Selamet, didirikan kursus-kursus akuntansi yang merupakan cikal bakal tenaga akuntan di Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka dan mendapat pengakuan dari Belanda, mulailah putra-putra Indonesia dikirim keluar negeri (Amerika Serikat) untuk memperdalam ilmu akuntansi. Pada tahun 1952 dibuka Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang kemudian diikuti oleh perguruan tinggi negeri yang lain. Mulai tahun 1952 itulah akuntansi sistem kontinental bergeser ke sistem Anglo – Saxon Amerika Serikat.

Untuk mengembangkan akuntansi, pada tahun 1957 berdiri organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Akan tetapi, baru tahun 1967 dengan dibukanya penanaman modal asing, akuntansi di Indonesia berkembang pesat. Jasa besar IAI adalah penyusunan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) tahun 1996 sebagai dasar penyusunan laporan keuangan perusahaan di Indonesia.


sumber : http://pojok2akuntansi.blogspot.com/2011/01/sejarah-akuntansi.html


ref

0 komentar:

Posting Komentar